Home / Kabar

Selasa, 21 April 2020 - 17:27 WIB

Di Tidore, Suasana Ramadhan 1441 H Bakal Berbeda dari Tahun Sebelumnya

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tidore, Saiful Bahri Latif

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tidore, Saiful Bahri Latif

Marijang.id, Tidore – Suasana bulan suci Ramadhan 1441 Hijiriah di tahun ini, bakal berbeda dari tahun sebelumnya.

Bila di tahun sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) mengijinkan lokasi untuk lapak jualan takjil di depan Pasar Sarimalaha oleh para pedagang.

Namun kali ini, pemandangan lapak takjil tidak lagi akan terlihat di depan Pasar Sarimalaha, lantaran Pemkot Tidore sudah tidak mengijinkan lokasi dan membuka lapak takjil Ramadhan untuk para pedagang.

Kebijakan untuk tidak mengijinkan dan membuka lapak takjil Ramadhan di depan Pasar Sarimalaha, bukan tanpa sebab. Hal ini dikarenakan adanya wabah virus corona (Covid-19) yang saat ini melanda dunia, Indonesia termasuk di Maluku Utara.

Baca juga  KPU Kota Tidore Umumkan LPSDK Paslon

Atas dasar itulah, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan tidak mengijinkan dan membuka lapak takjil Ramadhan di depan Pasar Sarimalaha, kebijakan itu dilakukan untuk memutus penyebaran mata rantai virus corona di Kota Tidore Kepulauan.

“Untuk menghindari kerumunan, maka pemerintah kota tidak membuka lapak takjil,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tidore, Saiful Bahri Latif saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (21/04).

Dikatakan, pihaknya juga telah menyampaikan surat resmi ke pedagang penjual takjil Ramadhan.

“Kami sudah sampaikan surat resmi ke para penjual, jadi kalau mau bajual maka bisa berjualan di rumah sendiri atau bisa menitip di tempat-tempat yang sudah ada,” jelas Saiful.

Baca juga  Alhamdulillah, Wali Kota Tidore sudah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Saiful bilang, kerumunan di takjil sangat besar, karena 3 (tiga) jam para pembeli sudah mulai datang dan berkumpul, bahkan itu terjadi bersamaan dengan penjual.

“Kalau penjual di tahun lalu itu 183, sekarang mungkin hampir 200 pedagang kue dan makanan masak. Kalau tambah pengunjung 400, maka sudah tidak bisa diatur sehingga tidak ada social distance,” ujarnya.

Olehnya itu, pihaknya tidak mengijinkan lokasi dibukanya lapak takjil dalam bulan suci Ramadhan, karena memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. (Red)

Share :

Baca Juga

Ketua Bawaslu Tidore, Bahrudin Tosofu, S.H bersama masyarakat Talaga Puncak dalam giat pengawasan partisipatif dengan tema Om Desa

Kabar

Setelah di Launching, Borero Fola Pilkada Sambangi Kampung di Kaldera Gunung Tidore

Kabar

Pansus Covid-19 DPRD Provinsi Malut Apresiasi Pemkot dan Gugus Tugas Covid-19 Tikep
Ketua GPM Halsel, Harmain Rusli (istimewa)

Kabar

GPM Halsel: PT. PLN Mengecewakan Masyarakat Indari
Saiful Salim

Kabar

Karena Antrean Pemeriksaan Spesimen, Terjadi Penambahan 39 Positif Baru

Kabar

Berkah Ramadan, PSHT bersama Kodim 1505/Tidore Berbagi 1500 Takjil
Partai PKB Berbagi Sembako

Kabar

Istri Ketua Partai PKB Tidore Salurkan Bantuan Sembako
Informasi Covid-19

Kabar

Di Tidore Sudah 127 Terkonfirmasi Positif Covid-19, Tempat Karantina Mulai Penuh

Kabar

Tutup Akses Masuk Dari dan Ke Tidore, Pemkot Bakal Biayai Hidup Masyarakat Selama 1 Bulan