Home / Tokoh

Sabtu, 2 Mei 2020 - 09:34 WIB

AKBP Azhari Juanda: Jejak Sang “Komandan” dan “Saudara” Sultan

AKBP. Azhari Juanda, S.I.K

AKBP. Azhari Juanda, S.I.K

Oleh : Sudirman Sahmil*

Pukul 13.44 WIT, Handphone ku bergetar, ternyata sebuah pesan bergambar masuk ke WhatsApp. Bergegas ku buka pesan yang dikirim dari Eky, begitu nama di nomor kontak yang ku tulis.

Sontak saja, aku kaget dengan pesan tersebut. Rasa sedih bercampur gembira. Hal yang sama juga dirasakan oleh Eky.

Pesan bergambar yang di kirim Eky adalah sepenggal hasil screenshoot mutasi jabatan beberapa pejabat di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.

Dan salah satu Pejabat yang di mutasi ini, adalah Kapolres Ternate, Provinsi Maluku Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Azhari Juanda, S.I.K yang dimutasi dalam jabatan baru sebagai Wakil Direktur Polisi Perairan dan Udara (Wadirpolairud) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagi diriku dan juga rekan-rekan yang bekerja sebagai jurnalis di Tidore, Azhari merupakan sosok yang sangat inspiratif, bersahaja, dan jika tidak berlebihan boleh dikatakan beliau adalah sosok “ayah” bagi kami.

Betapa tidak, sebelum menjabat sebagai Kapolres Ternate, Azhari lebih dahulu bertugas sebagai Kapolres Tidore Kepulauan, dan selama bertugas sebagai Kapolres, Azhari banyak memberikan ilmunya kepada kami, para jurnalis di Tidore.

Tidak hanya itu, sosok inspirasi ini bahkan selalu aktif berdiskusi dengan kami, baik itu perihal masalah penanganan kasus maupun masalah sosial lainnya.

Saya teringat kala itu, baru dua minggu Azhari mejabat sebagai Kapolres Tidore, dirinya pun diperhadapkan dengan penanganan sebuah kasus pembunuhan seorang bidan yang menjadi sorotan publik.

Saat itu, kami sempat ragu, apakah Azhari dengan sosok yang kurus (maaf) ini mampu menuntaskan kasus tersebut ?

Kepada kami, Azhari pernah menyampaikan akan melepaskan jabatannya sebagai Kapolres Tidore, bila dalam waktu kurang dari satu minggu belum menemukan pelaku pembunuhan bidan.

Namun, pesimisme kami terjawab, walau dengan tubuh yang kurus, Azhari ternyata memiliki kemampuan yang sangat mumpuni. Janji menemukan pelaku pembunuhan kurang dari seminggu pun ditepati olehnya.

**

Azhari benar-benar pekerja keras dan juga penyayang, saking penyayangnya, namanya pun dikenal hingga pada kalangan anak-anak belasan tahun, Ini karena Azhari adalah sosok yang bersahaja yang tidak hanya memotivasi, tetapi merangkul tanpa melihat perbedaan.

Baca juga  Dua Hari Jelang Pendaftaran Paslon, Bawaslu Tidore Warning ASN dan Kades

Setahun di Tidore, pria kelahiran Bengkulu, 15 Agustus 1976 ini, telah membuat sejumlah terobosan, salah satu yang saya ingat adalah Pelita atau Polisi Peduli Literasi.

Pelita yang merupakan program anyar besutan Azhari Juanda yang telah banyak membantu anak-anak di Tidore. Lewat program ini, Azhari pun menyempatkan diri untuk menyambangi Kampung kecil di kaldera gunung Tidore, atau lebih di kenal dengan nama Talaga Puncak, untuk memberikan buku bacaan kepada anak-anak disana.

Selain di Talaga Puncak, Pelita besutan Azhari juga menyasar generasi muda di Pulau Mare, Kecamatan Tidore Selatan. Dirinya tak pernah lelah memberikan yang terbaik untuk Tidore.

Selain terobosan Pelita, terdapat program yang tak kalah menarik, yaitu penyuluhan menggugah “Ayo Bangkit Saya Bisa”. Program ini adalah sebuah langkah inovatif untuk membangun karakter anak bangsa menuju generasi kuat dan bernilai dalam rangka terwujudnya kamtibmas yang kondusif di Tidore.

Saya ingat, pernah sekali waktu, saya berbincang dengan beliau, dengan tatapan yang begitu dalam beliau sampaikan “Diman, jabatan bagi saya adalah amanah dari Allah SWT dan bila diambil maka sudah tidak ada lagi. Jadi, buat apa kita sombong dengan jabatan yang tidak abadi ini”.

Selama bekerja sebagai Jurnalis, baru kali ini saya bertemu dengan seorang Kapolres yang sederhana, santun, suka membantu, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya gambarkan disini.

Saudara Angkat Sultan Tidore

Kepedulian besar dicurahkan untuk Tidore, Azhari bahkan diangkat sebagai saudara oleh Sultan Tidore Husain Sjah.

Diangkatnya Azhari sebagai saudara angkat sang Sultan, disampaikan langsung oleh Husain Sjah saat menghadiri kegiatan talk show perpisahan Kapolres Azhari Juanda yang dilaksanakan oleh Komunitas Wartawan Kota Tidore Kepulauan (K-Watak) pada Sabtu, 17 Maret 2018 yang mengangkat tema “Tidore untuk Indonesia, Jejak Langkah Sang Komandan”.

Teringat betul, dalam acara itu, Sultan menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan oleh Azhari Juanda telah mewujudkan sebagian rukun Tidore yang selama ini sudah mulai ditinggalkan oleh setiap generasi, yakni Budi Se Bahasa dan Cing Se Cingeri. Yang dimana, kata Sultan, kedua rukun itu mengajarkan tentang bertutur kata yang baik dan beretika serta pemimpin yang merakyat dan merendah di tengah-tengah masyarakat.

Baca juga  Pansus Covid-19 DPRD Provinsi Malut Apresiasi Pemkot dan Gugus Tugas Covid-19 Tikep

Pada momen itu, kami yang tergabung dalam Kwatak memberikan piagam penghargaan kepada beliau. Piagam tersebut diberikan langsung oleh Ketua Kwatak, Mardianto Musa.

Dalam kesempatan itu, Mardianto mengatakan, kegiatan yang digagas oleh Kwatak ini adalah merefleksikan rekam jejak AKBP Azhari Juanda selama bertugas di Kota Tidore Kepulauan.

Sebab selama satu tahun memimpin Polres, Azhari dinilai telah banyak menciptakan prestasi gemilang dalam penyelesaian sejumlah masalah yang menimpa generasi muda dan remaja, seperti narkoba, minuman keras, sampai pada persoalan asusila.

Menjabat Sebagai Kapolres Ternate

Selama menjabat sebagai Kapolres Ternate, Azhari juga telah melakukan berbagai program, seperti Gamalama atau Gerakan Berantas Narkoba dan Miras yang mendapat pujian dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Ada pula kegiatan subuh keliling berjamah bersama Kemenag Kota Ternate, termasuk lanjutan program Ayo Bangkit Saya Bisa dan berbagai bentuk program lain yang tidak bisa saya sebutkan.

Saya tahu betul, niat beliau tulus membangun negeri, membangun generasi. Langkah dan tindakan beliau patut untuk dicontoh, karena bagiku, sangat jarang kita menemukan sosok Kapolres seperti beliau yang selalu menerima siapa saja, tidak memandang status sosial. Bahkan usia sekali pun, tua, muda dan anak-anak, Azhari tetap merangkul mereka dan diajak untuk berbagi.

Kini, sosok yang inspiratif itu akan pergi dari bumi Para Raja. Beliau pergi dengan kenangannya bersama anak cucu di negeri para mufti ini.

Selamat jalan Kapolres Azhari Juanda, selamat berpisah, terima kasih telah mengajarkan kami banyak hal, yang belum tentu kami dapatkan dari mereka dengan jabatan sama.

Kami akan mengingat jasamu, begitu banyak dedikasi yang bapak berikan untuk kami di bumi Moluku Kie Raha. Sepenggal cerita ini, akan kami jadikan sebagai memori untuk diwariskan kepada anak cucu kelak.

Komandan ! Selamat bertugas di tempat yang baru. Kita hanya berpisah pada bentangan jarak, bukan di hati. Semoga dapat bersua wajah dengan penuh bahagia untuk waktu selanjutnya. Amin….

Share :

Baca Juga

Tokoh

11 Kata Bijak Buya Hamka yang Menginspirasi
Nastasia Suci Ramadhani (Istimewa)

Kabar

Pesepak Bola Wanita SSB Cardoba Dipanggil Bergabung Timnas
Logo Marijang.id

Kabar

Mengenal Lebih Dekat Kru Marijang.id
Om Uyung

Opini

Om Uyung dan Beberapa Pelajaran