Home / Kabar

Jumat, 29 Mei 2020 - 16:14 WIB

Redam Konflik Agar Tidak Meluas, Pemerintah Kecamatan Gane Timur Gelar Musyawarah

Musyawarah di Kantor Kecamatan Gane Timur dalam upaya penyelesaian konflik | Foto : Saleh Ibrahim

Musyawarah di Kantor Kecamatan Gane Timur dalam upaya penyelesaian konflik | Foto : Saleh Ibrahim

Marijang.id, Halsel – Pemerintah Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, melaksanakan musyawarah untuk membicarakan konflik yang terjadi pada Senin (24/05) lalu di Desa Kebun Raja, Kecamatan Gane Timur.

Musyawarah ini di hadiri oleh Wakapolres Halmahera Selatan, Kapolsek Gane Timur, pihak kecamatan, Kepala Desa dari empat desa, diantaranya Desa Kebun Raja, Maffa, Foya, dan Kotalow, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda. Bertempat di Kantor Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Kamis (28/05), pukul 16.00 WIT.

Informasi yang dihimpun Marijang.id, konflik yang berujung pada musyawarah tersebut, bermula pada Minggu, (24/05) sekitar pukul 10.00 WIT. Saat itu, terjadi pemukulan diatas jembatan Desa Foya yang diduga dilakukan oleh oknum pemuda Desa Foya dan Desa Kotalow, terhadap warga di Desa Mafa berinisial Win yang merupakan santri di salah satu pondok pesantren di Mafa.

Setelah kejadian pemukulan itu, sekitar pukul 15.00 WIT Win bersama dengan temannya, Sar dan Cal mendatangi rumah Kepala Desa Foya untuk melaporkan kejadian pemukulan tersebut, namum tidak bertemu dengan kepala Desa Foya. Kemudian Win, Sar dan Cal mendapat informasi bahwa ada beberapa anak Desa Foya, Desa Kotalow berkunjung ke wisata Saleo di Dusun Gurua Desa Lalubi.

Setelah informasi itu didapatkan, mereka langsung segera bergegas ke lokasi tersebut. Di tempat itu, salah satu warga Desa Foya yang belum diketahui namanya, langsung dipukul oleh Win. Setelah memukul warga Desa Foya tersebut saudara Sar yang merupakan kakak dari Win, langsung menjelaskan kepada mereka, bahwa ini masalah pribadi antara dia dan salah satu warga Desa Foya. Sar langsung meminta maaf kepada salah satu warga Desa Foya tersebut dan diselesaikan secara kekeluargaan.

Di tempat yang sama, datang beberapa orang Desa Mafa dan Desa Kebun Raja, lalu melakukan pengeroyokan terhadap beberapa warga anak muda di Desa Foya dan Desa Kotalow yang berada di lokasi wisata tersebut.

Baca juga  Terkait Seleksi TKB CPNS, Tidore Belum Mendapatkan Jadwal Resmi

Setelah kejadian pengeroyokan tersebut warga Desa Foya dan warga Desa Kotalow yang berada di lokasi wisata menelpon warga Desa Foya dan dan Kotalow untuk menjemput pulang mereka karena sudah tidak berani melewati Desa Maffa, dan Desa Kebun Raja. Kemudian ada beberapa warga desa Foya dan Kotalow datang menjemput mereka.

Sekembali dari tempat wisata dan sampai di jalan raya Desa Kebun Raja, masyarakat Desa Foya dan Kotalow langsung turun dari mobil dan terjadi perkelahian yang tidak dapat dihindarkan, yang di mana perkalian tersebut mengakibatkan ada beberapa korban dari ketiga desa tersebut.

Menurut Wakaporles, Kompol Naim Ishak, SIK, M.H, pada Marijang.id, proses perdamaian sudah dilakukan antara dua belah pihak, yakni masyarakat Foya-Kotalow dan Maffa-Kebun Raja, sehingga aktivitas masyarakat sudah berjalan normal seperti biasa, tidak ada lagi tindakan-tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

“Alhamdulillah untuk perdamaian sudah kita laksanakan, dan penutupan jalan yang dilakukan oleh masyarakat Kotalow sudah dibuka kembali, dan yang menjadi korban itu bukan atas nama masyarakat Kotalow melainkan keluarga. Kemudian atas nama keluarga korban yang menuntut secara hukum,” jelasnya.

Sementara untuk akses jalan, tambah Naim, masyarakat sudah bisa kembali beraktivitas, baik untuk masyarakat Desa Maffa, Kebun Raja, dan masyarakat Desa Foya.

Dikatakan, selain itu, para pihak yang bertikai bersepakat, bahwa persoalan penganiayaan dan pengeroyokan tersebut di bawah ke jalur hukum dan pihak Polres Halmahera Selatan dalam hal ini Sat Reskrim melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Baca juga  Terkait Sengketa Lahan, DPRD Halteng Bentuk Pansus

Sementara menurut Kapolsek Maffa, IPTU Muh. Arsad, terkait konfik yang terjadi antara Desa Kebun Raja, Desa Kotalow dan Desa Foya, bahwa kejadian ini harus segera di tuntaskan dengan cara pertemuan antara beberapa Desa yang bertikai, dan hal tersebut sudah dilakukan.

“Dari pertemuan tersebut, beberapa desa yang bertikai sudah membuat kesepakatan bersama untuk tidak memperpanjang permasalahan ini, dan terkait dengan telah terjadinya tindak pidana dalam konflik tersebut tetap di tindak lanjuti ke ranah hukum atau di proses hukum,” ungkapnya.

Lanjutnya, persoalan jaminan keamanan pasca penutupan akses jalan yang dilakukan oleh warga masyarakat Desa Kotalow telah menyiapkan anggota Polri dan TNI masih bersiaga di sekitar lokasi/TKP untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

Sementara itu Camat Kecamatan Gane Timur, Jais Hi. Ishak, menyampaikan selaku pemerintah kecamatan tetap menginginkan situasi aman terkendali dengan melaksanakan pertemuan kepala Desa Foya, dan Kades Kebun Raja untuk mengambil langkah-langkah yang bersifat positif.

Selain Camat, Sekretaris Desa Kebun Raja Ikbal Hi. Musa dalam kesempatan itu meminta agar konflik yang terjadi itu tidak terulang kembali. “Sesuai hasil kesepakatan tadi, jangan berlanjut lagi di hari-hari atau tahun-tahun kedapannya, ini adalah itikad baik torang samua,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa hal ini kembali pada kita semua, dan mudah-mudahan itu bisa diterjemahkan pada masyarakat dan rekan-rekan pemerintah desa, dan masing-masing dari empat desa tersebut, sementara terkait hukum kita serahkan dan percayakan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib untuk dapat menyelesaikan masalah ini.

“Kalau persoalan hukum ini diselesaikan secara kekeluargaan, kalaupun itu tidak bisa kita selesaikan secara kekeluargaan kita dapat percayakan kepada pihak yang berwajib untuk memproses secara hukum dan tuntas,” tutupnya. (Saleh/12)

Share :

Baca Juga

Kegiatan Pembagian Masker oleh PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tidore

Kabar

Menyambut Sumpah Pemuda, PD Muhammadiyah Tidore Bagikan Masker Gratis

Kabar

Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, Muslimah Wahdah Wilayah Salurkan 25.080 Paket Ifthar se-Sulsel

Kabar

Momen Hardiknas, Pendidikan Halsel Tetap Jadi Prioritas Utama
Foto Bersama Seusai Rapat

Kabar

Panitia Konferensi PGRI Halteng Terus Matangkan Kesiapan Jelang Konferensi
Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Imam Sampurno Setiawan saatPimpin Upacara Serah Terima Satgas Pengamanan Daerah Rawan Yonif Rk 732/Banau dengan Yonarmed 8/105 Tarik

Kabar

Danrem 152/Baabullah Pimpin Upacara Penyambutan Satgas Yonif RK 732/Banau dan Penerimaan Yonarmed 8/105 Tarik Tahun 2021
Pasangan Salahuddin Andrias dan Muhammad Djabir Taha dengan akronim SALAMAT

Kabar

Pasangan SALAMAT Paparkan Konsep “Kekhususan” Membangun Tidore

Kabar

Bismillah, LWP NU Tangsel Luncurkan Program Unggulan
Wakil Menteri Agama RI Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi saat memberikan pembinaan ASN di lingkungan Kanwil Kementrian Agama Provinsi Maluku Utara bertempat di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tidore

Kabar

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Kunjungi Tidore dan Resmikan Gedung Workshop MAN 1 Tidore