Home / Jelajah / Kabar

Minggu, 12 Juli 2020 - 15:45 WIB

Bahaya Ilegal Fishing, Kepulauan Widi Harus Serius diperhatikan Pemerintah

Kapal Nelayan dari Bitung, Sulawesi Utara yang berada di Kepulauan Widi, Halmahera Selatan.

Kapal Nelayan dari Bitung, Sulawesi Utara yang berada di Kepulauan Widi, Halmahera Selatan.

Marijang.id, Halsel —  Maraknya praktik penangkapan ikan secara Ilegal di Kepulauan Widi tidak terkontrol dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi Maluku Utara.

Seharusnya Dinas/Instansi terkait melakukan pemantauan di Kepulauan Widi sebagai aset daerah yang melimpah ruah kekayaan lautnya (ikan). Longgarnya fokus Pemerintah memicu kebebasan Kapal-kapal nelayan dari Sulawesi Utara “beroperasi” di wilayah Gane Timur (Kep Widi), Kabupaten Halmahera Selatan.

Kru Marijang.id, bersama Front Pemuda Peduli Gane (FP2G) melakukan investigasi di Kepulauan Widi, Pada Selasa, (07/07/). Dari hasil investigasi, ditemukan 6 buah Kapal nelayan yang berkapasitas besar lengkap dengan puluhan Perahu Kecil (Pakura) yang melakukan aktivitas menangkap ikan.

Tampak, Kapal Nelayan yang di duga kuat berasal dari Bitung, Sulawesi Utara sedang berlabuh di Kepulauan Widi, Maluku Utara.

Saat yang sama, ketika Loangboad/Jonson yang di tumpangi oleh kru Marijang.id dan FP2G  merapat dan naik ke kapal-kapal nelayan untuk menggali informasi. Keterangan yang disampaikan oleh Nahkoda dan awak kapal kepada Kru Marijang.id beserta Ketua Front Pemuda Peduli Gane ((FP2G), Arismunandar Ali tidaklah mengenakan.

Baca juga  Terkait Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Ini Sikap Pemuda Muhammadiyah Tidore 

“Bahkan, sekedar bertanya-tanya dan ingin mendapatkan informasi alasan keberadaan mereka di sini, terkesan tidak disikapi secara kooperatif,” ungkap Arismunandar Ali.

Kepada Marijang.id, Arismunandar Ali  berharap kepada Pemerintah setempat agar lebih serius mencegah Ilegal Fishing di Kepulauan Widi, dia juga berharap agar pihak terkait melakukan patroli laut di sekitar Widi, karena aset ikan terbesar di Maluku Utara berada di Kepulauan Widi.

Sementara itu,  La Karman yang merupakan nelayan lokal di daerah setempat memberikan keterangan, bahwa Kapal Nelayan dari Sulawesi Utara (Bitung) sudah berulangkali menangkap ikan di sini, bahkan kemungkinan besar mereka menggunakan bius (racun ikan).

Baca juga  Tim Wasev Lakukan Peninjauan Sasaran TMMD Ke 108 Kodim 1505/Tidore

Selain itu, hal yang sama juga di sampaikan oleh Jani M. Maulana (Pak Awi) warga Filipina yang sudah menjadi WNI, bahwa biasanya Kapal-kapal itu berasal dari Filipina yang mempekerjakan orang-orang Sangir untuk mengelabui petugas. Pengalaman saya dulu seperti itu, bahkan saya pernah tertangkap oleh Angkatan Laut dan dideportasi.

Lanjut Awi, saya berharap Pemerintah harus serius menjaga kekayaan atau potensi ikan di pulau Widi, karena pulau Widi tidak asing bagi nelayan di luar Maluku Utara, mereka tau di sini tempat ikan.

Sementara, ketika dihubungi Kru Marijang.id, Kapolsek Gane Timur, M. Arsyad Dupa, sebagai pihak otoritas di wilayah Gane Timur enggan memberikan komentar lanjutan terkait dengan aktivitas Ilegal Fishing di Kepulauan Widi. (Ul-12)

Share :

Baca Juga

Kabar

NasDem Malut Siap Laksanakan Rakorwil
Calon Wakil Walikota Tidore, Guntur Alting terlihat sedang mengikuti Pemeriksaan Tes Urine Narkotika di BNNP Malut

Kabar

Bapaslon Bupati/Walikota Tes Urine di BNNP Malut

Akademika

Peringati Hari Bumi, Prodi Geografi STKIP Nuuwar Fakfak Aksi Sosial, Ajak Masyarakat Cinta Lingkungan

Kabar

Pansus Covid-19 DPRD Provinsi Malut Apresiasi Pemkot dan Gugus Tugas Covid-19 Tikep
Informasi Covid-19

Kabar

Data Terbaru Perkembangan Covid-19 di Tidore
Banjir menggenangi rumah warga di Tidore

Kabar

Sejumlah Rumah Warga di Oba Utara Terendam Banjir
Akibat curah hujan yang deras mengakibatkan banjir di Satuan Pemukiman Bukit Raya, Transmigrasi Lalubi, Gane Timur

Kabar

Akibat Banjir, Warga Trans Alami Kerugian
Calon Wakil Wali Kota Tidore, Ustad Guntur Alting (Istimewa)

Kabar

Ustad Guntur Alting: Tetap Jaga Keakraban dan Umur Silaturahmi