Home / Jelajah / Kabar

Selasa, 14 Juli 2020 - 19:42 WIB

Kafe Tanjung Monge; Suasana Baru dan Penuh Romantis yang hanya ada di Kelurahan Rua

Lokasi Kafe Tanjung Moge, Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate

Lokasi Kafe Tanjung Moge, Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate

Marijang.id, Ternate — Bagi kamu yang suka ngopi dan ingin mencari suasana berbeda bersama Teman, Pasangan, atau bahkan Keluarga, tempat ngopi yang satu ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat.

Berada di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kafe Tanjung Monge menawarkan suasana yang dijamin berbeda. Pasalnya, Kafe ini jauh dari suasana Kota yang bising. Letaknya yang berdekatan dengan Pantai juga menambah suasana yang begitu sejuk, pengunjung bisa merasakan deburan ombak yang menggema, hiasan lampu remang-remang yang penuh lengang, dan mungkin membuat pengunjung akan jatuh dalam kenangan.

Pemilik Kafe Tanjung Monge, Aswan Hi. Rifai saat ditemui Marijang.id pada Senin, (13/07) malam, menuturkan bahwa, ide awal mendirikan Kafe ini karena melihat lahan kosong di sebelah rumah yang tidak difungsikan.

Aswan Hi. Rifai (Kiri) bersama Kru Marijang.id, Suyono Sahmil (Kanan).

“Rumah yang saya dan istri tempati ini punya keluarga istri. Saya dari Lotto, punya rumah di sana. Kebetulan rumah ini kosong, pekarangannya juga tidak difungsikan. Saya dan istri kemudian tempati dan kita diskusikan untuk buat tempat usaha. Setelah lama diskusi, tong (kita) putuskan bikin Kafe. Saya pikir ini lokasi sangat strategis untuk dibuatkan tempat santai, sekedar minum kopi dan bacarita-bacarita. Kebetulan istri saya ini orangnya sangat tekun dalam usaha, tak pandang malu, dia juga sudah mulai berjualan semenjak kuliah,” ungkap Aswan.

Ketika ditanya soal desain, Aswan mengakui sebelumnya dia tidak pernah tahu desain-desain Kafe, hanya sekedar coba-coba dan hasilnya seperti ini. Setelah usahanya jalan beberapa bulan, dirinya  mulai mendesain Kafe agar lebih unik secara perlahan-lahan, termasuk juga tentang perluasan lokasi Kafe.

Baca juga  Terkait Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Ini Sikap Pemuda Muhammadiyah Tidore 

“Saya lihat di Ternate ini banyak Kafe, mewah-mewah lagi. Ketika mau bikin ini Kafe, Saya dan istri bersepakat bikin yang biasa-biasa saja, tapi sejuk dan bernuansa lain. Suasana tenang dan penuh teduh. Kafe ini dibuat dengan Konsep Outdor, berbeda dari Kafe lain pada umumnya. Saya juga gunakan botol plastik dan aqua gelas bekas untuk hiasan lampu Kafe agar menambah suasana berbeda,” tambah Aswan.

Awalnya, Aswan beserta istri mulai berjualan di bahu jalan melewati bukit Taduma. Hanya saja, menurut mereka banyak barang dagangan yang hilang ketika hendak balik ke rumah untuk istirahat. Karena tidak kuat lagi, mereka akhirnya memutuskan untuk berpindah tempat, dan memilih menetap berjualan di Tanjung Monge ini.

Dari Staff Kelurahan Sampai Buka Kafe 

Aswan menuturkan, dirinya pernah bekerja sebagai Staff di Kelurahan di Tolokko, kurang lebih selama 8 tahun.

“Sampai akhirnya, saya pikir bahonor ini juga rugi umur, akhirnya saya berhenti. Awalnya saya buka usaha jual beli Pala, ada Pangkalan Minyak Tanah juga, yang kebetulan Warisan dari Tete, namun belakangan saya pilih buka usaha ini (Kafe),” tutur Aswan.

Aswan bersyukur, selama kurang lebih 5 bulan semenjak dibukanya Kafe Tanjung Monge, dirinya dapat mempekerjakan 3 saudara dari istrinya yang belum ada aktivitas apa-apa. Bahkan, Aswan berharap Kafe Tanjung Monge bisa digunakan untuk tempat-tempat diskusi Pemuda Rua/lainnya, mungkin juga tempat kegiatan Ade-Ade mahasiswa yang ingin memilih suasana berbeda.

Tampak Kafe Tanjung Monge dari sisi kanan

Kepada Marijang.id, Aswan sempat menyampaikan keluhannya, ketika awal mendirikan Kafe, dirinya mulai dikritik oleh masyarakat sekitar, mengenai pilihan tempat, desain Kafe, bentuk kursi, bahkan mengenai pemilihan nama Kafe.

Baca juga  Abdullah Dahlan: Media Center Akan Menjaga Keseimbangan Pilkada 2020

“Saya bikin disini, supaya Kelurahan ini besok-besok lebe dikenal, saya sengaja pake nama Tanjung Monge untuk menerangkan identitas Kafe, bahwa Kafe ini berada di Kelurahan Rua, tepatnya di Tanjung Monge. Saya bikin supaya orang-orang tahu, kalau Tong di Rua sini ada Kafe lagi”, celetuknya dengan wajah penuh tawa.

Terdapat Menu Pisang Mulu Bebek, dan beragam jenis menu lainnya yang bisa pengunjung nikmati sambil mendengarkan lagu-lagu romantis

Aswan bilang, terkait pilihan Menu, dirinya berusaha untuk ada variasinya agar pengunjung tidak bosan. Pokoknya akan ada menu yang baru di setiap minggunya, dijamin tidak bosan, ayo berkunjung dan nikmati suasananya.

Ketika ditanyai soal kunjungan ke Kafe, dirinya menyampaikan, bahwa sekitar 5 bulan ini semenjak dibukanya Kafe Tanjung Monge, banyak orang-orang dalam Kota yang memilih Kafe ini sebagai tempat santai. Rencananya, akan diperluas lagi jika dana sudah mencukupi.

Sahabat Marijang, Caffe dengan panjang 8 meter – lebar 5 meter, dan dikelilingi gazebo (pondok kecil) bisa jadi alternatif santai dan melepas lelah, sembari menyeruput kopi dan melepaskan penat dari situasi kota yang penuh bising. Ayo, tunggu apa lagi, atur waktu dan ajak teman atau pasangan untuk bercengkrama di Kafe Tanjung Monge. (Red)

Share :

Baca Juga

Kabar

2.500 APD untuk Penanganan Covid-19 di Malut Kembali Disalurkan TNI
TMMD ke 108 Kodim 1505/Tidore

Kabar

Resmi Dibuka, Inilah Harapan Dandim kepada Masyarakat dalam TMMD ke 108 Kodim 1505 Tidore
Safas, Koordinator Media Center dan Pusat Informasi Pasangan BAGUS (Istimewa)

Kabar

Safas: 9 Desember Coblos Baju Biru
Kasat Lantas Polres Halteng, IPTU H. Amas Aba

Kabar

Sebanyak 84 Pengendara ditindak Polres Halteng Selama Operasi Patuh Kie Raha 2020
Pemakaman jenazah Covid-19

Kabar

Diduga Terpapar Lewat Transmisi Lokal, Satu Pasien Positif Covid-19 di Tidore Meninggal Dunia
Pembangunan masjid

Kabar

Tak Kunjung Rampung, Pembangunan Masjid Baitul Faizin Butuh Perhatian dari Pemerintah
Sambutan Ketua DPD KNPI Halsel (Istimewa)

Kabar

DPD KNPI Halsel Sukses Laksanakan Rakerda
Jalan yang melewati Sungai Buluhala di Kelurahan Basilam Baru yang rusak akibat banjir

Kabar

Masalah Banjir, LPMK Basilam Baru minta Pemkot, DPRD dan Perusahaan untuk seriusi