Home / Kabar

Kamis, 9 Juli 2020 - 15:45 WIB

Rustam Ade : Aswaja Harus Menjadi Spirit Berfikir dan Bergerak Kader Muda Nahdlatul Ulama

Marijang.id, Tidore — Nahdlatul Ulama (NU), sejak awal berdirinya dengan tegas menganut paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja). Nilai-nilai Aswaja itu kemudian dikristalisasikan dalam khittah NU atau Khittah Nahdliyyah. Khittah Nahdliyah dirumuskan menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap dan bertindak, dengan metode berpikir (manhaj alfikri) dan metode pergerakan (manhaj al-haraki).

Hal tersebut disampaikan oleh Rustam Ade, Kader Ansor Kota Tidore Kepulauan melalui rilis yang diterima Marijang.id  pada Kamis, (09/07) pagi.

Menjelang Konfercab Ke-I Nahdlatul Ulama Kota Tidore Kepulauan, Rustam Ade menyampaikan bahwa Aktualisasi nilai-nilai Aswaja oleh kader NU menjadi sangat penting di tengah masyarakat.
Kader NU harus menjadi garda terdepan dalam berpikir dan bertindak.

“Kita tidak boleh menjadi kader yang lemah berpikir dan berbuat. Apalagi terkait kepentingan agama, bangsa dan negara,” tambah Rustam.

Baca juga  Kunjungi Distrik Teluk, Paslon SADAR Kukuhkan Tim Kordis Teluk Patipi dan Korkam

Lebih lanjut, Rustam menambahkan bahwa situasi Nasional bangsa kita hari ini masih terbilang darurat menghadapi wabah Covid-19. Tentunya, hal ini menjadi sebuah keresahan dan membuat panik masyarakat kita. Dampak Covid-19 bahkan menembus ruang-ruang kehidupan sosial masyarakat, dari Ibu Kota hingga pelosok desa tanpa terkecuali. Pada posisi ini, kita semua diharapkan menjadi penyelamat antar sesama, saling peduli dan saling membantu.

“Selain Covid-19, momentum Pemilihan Kepala daerah tahun 2020 juga penting untuk dihadapai dengan santun, mulai dari membangun suasana ‘pesta’ demokrasi tanpa gaduh, hingga tidak sikut sana-sikut sini hanya untuk ambisi dan syahwat politik belaka. Kita semua harus paham, bahwa perbedaan dalam pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, yang tidak wajar jika perbedaan itu malah sengaja dibeda-bedakan dan akhirnya membuat keakraban sosial kian meredup,” ungkap Rustam.

Baca juga  Dua Pasien Reaktif Rapid Test Dilakukan Pengambilan Swab di RSD Tidore

Mengambil tema Besar; Konsolidasi Keummatan, Meneguhkan Nilai-Nilai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-1 adalah bagian dari sikap Nahdlatul Ulama Kota Tidore Kepulauan memperkuat kembali jamiyah dengan berdasarkan nilai-nilai Aswaja. Secara kelembagaan organisasi, penguatan internal tentu terus dibenahi sesuai konteks dan kebutuhan organisasi. “Melalui Konfercab ini, semoga melahirkan rekomendasi internal maupun eksternal untuk memperkuat NU secara kelembagaan di Kota Tidore Kepulauan dan menjadi Maslahat bagi masyarakat bangsa dan Negara,” harapnya.

Untuk diketahui, Konfercab Ke-I  Nahdlatul Ulama Kota Tidore Kepulauan direncanakan berlangsung pada tanggal 12 juli 2020 di Aula SMK Negeri Tidore. (Red)

Share :

Baca Juga

Kelompok Pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Bobo melakukan Aksi Damai di depan Kantor Kepolisian Resor Tidore. Selasa, (09/06)

Kabar

Resmi, IPB Laporkan Dugaan Rasis ke Polisi

Kabar

Dampak Corona, Gubernur Maluku Berlakukan PSBR 
Rustam Hamisi, Ketua Panwascam Tidore Timur

Kabar

Ini Penjelasan Ketua Panwascam Terkait Dugaan Intimidasi di Pertemuan Calon Wawali Tidore
Wakil Ketua I DPRD Halteng

Kabar

Begini Kata Wakil Ketua I DPRD Halteng soal Sekwan

Kabar

BKKBN Malut Berikan Bantuan Berupa Masker dan Handscoon kepada Pemkot Tidore

Kabar

Hari Pertama Rapid Test Pedagang di Pasar Sarimalaha, Begini Hasilnya

Kabar

Bawaslu Tidore Ingatkan kepada Parpol di Daerah Saat Pendaftaran Paslon
BPBD Halsel, distribusi Sembako di Desa Lalubi dan Transmigrasi

Kabar

Pemda Halmahera Selatan Distribusi Bantuan ke Gane Pasca Banjir