Home / Kabar

Senin, 21 September 2020 - 12:32 WIB

FPM Mafututu-Jiko Cobo Gelar Dialog Rakyat Tentang Pembangunan Tidore, Dua Calon Wali Kota Tak Hadir

Marijang.id, Tidore — Forum Peduli Masyarakat (FPM) Mafututu – Jiko Cobo  mengelar Dialog Rakyat dengan tema “Road Map : Pembangunan Kota Tidore Kepulauan” pada Minggu, (20/09) siang di Taman Cobo, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan.

Dialog Rakyat tentang pembangunan Kota Tidore Kepulauan itu dilaksanakan sebagai bagian dari menjemput momentum Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore tahun 2020.

Hadir dalam Kegiatan tersebut, Calon Walikota Tidore, Basri Salama, S.Pd., dan perwakilan dari Pasangan AMAN Jilid II Ardiansyah Fauzi, sebagai Juru Bicara.

Basri Salama, calon Walikota Tidore nampak di kalungi Kain Tenun Tidore, pemberian dari Puta Dino Kayangan sponsor Kegiatan Dialog Rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Basri Salama membuka penyampaiannya tentang Pembangunan Kota Tidore kepulauan dengan pendekatan Adat Se Atoran.

Basri Salama kemudian menyinggung Pembangunan Tidore yang tidak begitu bersinergi dengan Sistem Pemerintah non formal (Kesultanan).

“Ada pengabaian yang disengaja oleh seorang Pemimpin,” tutur Basri dalam forum tersebut.

“Di Tidore, ada Pemerintahan Formal dan ada Pemerintahan non formal. Kalau kedua ini kuat bersinergi maka partisipasi pembangunan ini akan menjadi kuat, kalau kedua Pemerintahan ini tidak terlalu kuat bersatu, maka partisipasi pembangunan dan kepatuhan sosial akan mengalami masalah,” jelas Basri

Basri Salama saat menyampaikan pandangannya dalam Dialog Rakyat yang digelar FPM Mafututu-Jiko Cobo

Basri menekankan, bahwa seluruh orang Tidore yang lahir di Tidore itu adalah masyarakat adat, itu prinsip utamanya. Maka, jika korelasi pembangunan ini berjalan berirama antara Pemerintah (Walikota) dan Kesultanan maka dapat dipastikan arah pembangunan ini dapat terus membaik, begitu juga dengan tertib sosial masyarakatnya. Sebab, ada kepatuhan terhadap sistem Pemerintahan Adat dan sistem Pemerintahan Formal.

Baca juga  Tidore Berduka, Di Penghujung Ramadan 1441 H Sekda Kota Tidore Tutup Usia

Selain itu, Basri juga menyentil tentang Kawasan Ekowisata yang selama ini tidak digarap Pemerintah.

Basri bilang, bahwa Jalur ekowisata merupakan kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan, memperhatikan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial, budaya, ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Ini bisa kita buka di Talaga, Suwom, Topo, Gurabunga, Lada Ake, dan tempat lain yang punya lokasi strategis

“Saya justru melihat, anak muda yang lebih punya pikiran ke arah situ. Kelompok anak muda kreatif yang lebih peka terhadap daerahnya. Ada di lada Ake, anak muda bikin tempat selfie sendiri untuk promosi wisata, di Kalaodi juga bgtu dan itu semua tanpa sentuhan pemerintah”, jelas Basri.

Kepada Marijang.id, Basri Salama juga menekankan bahwa jarak daerah kita (Tidore) yang berdekatan langsung dengan Ternate, dan Halmahera semestinya menjadi peluang besar dalam memajukan sektor pembangunan dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, dengan membangun kawasan ekonomi baru yang merangkul kepentingan kesejahteraan, dan itu bisa dikelola jika Pemimpin punya kemampuan jelajah dan kematangan konsep.

“Pemerintah kita saat ini tidak mampu menyediakan pasar untuk Petani dan Nelayan secara maksimal, banyak orang masih belanja kebutuhan di Ternate, sehingga sebagian besar uang dari Tidore berputar di Ternate, pemerintah kita pun tidak mampu mengatur trayek perhubungan laut (terminal transit) yang memiliki dampak berlapis dengan membuka perputaran ekonomi baru,” tutup Basri.

Sementara, Ardiansyah Fauzi, juru bicara AMAN jilid II dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa terkait pembangunan yang telah dilakukan AMAN Jilid I juga telah mengakomodir Pemerintahan Non Formal yang dimaksud Basri, yakni alokasi anggaran dan pengaturan lainnya tentang Masyarakat Adat lewat Pembentukan Perda Adat sejak tahun 2017, dan dokumen resminya bisa di lihat.

Ardiansyah Fauzi tampak sedang menyampaikan program dari Pasangan AMAN

“Dan untuk tahun 2020-2025, pasangan AMAN Jilid II mempunyai misi besar “Membangun Masyarakat Sejahtera Menuju Tidore Jang Foloi” dan ada 3 (tiga) hal utama yang menjadi penopang untuk mewujudkan misi besar tersebut, yakni Penguatan Sumber Daya Manusia dan Penguatan Sosial Budaya, Ekonomi dan Investasi Terpadu dan yang berikutnya Penyelenggaraan Pemerintah yang terpadu, teratur dan bersih dari KKN,” jelas Ardian.

Baca juga  Setelah di Launching, Borero Fola Pilkada Sambangi Kampung di Kaldera Gunung Tidore

Ardiansyah melanjutkan, bahwa tentunya dalam pembangunan daerah, tidak bisa dilakukan secara serampangan, punya turunan dari Rencana Pembangungan Nasional,  kemudian RPJMD. Begitupun dengan rencana pembangungan jangka panjang, selama 25 tahun. Olehnya itu, seluruh kebijakan pembangunan tidak bisa terlepas dari seluruh dokumen yang telah ada dan juga berorientasi pada Visi Misi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Ardiansyah pun menyampaikan beberapa hal yang telah dilakukan pasangan AMAN. Misalnya, menyelesaikan masalah kekurangan Guru di beberapa tempat, dengan pengangkatan 150 Guru yang dibiayai langsung oleh daerah sejak pertama kali terpilih, hingga saat ini.

“Pendidikan gratis, bantuan akhir studi untuk pendidikan Strata Satu (S1), ada juga harapan berikutnya yang kami tuangkan dalam visi misi AMAN jilid II, yakni 1 Kecamatan 1 Doktor, sehingga di tiap kecamatan kita harus punya Doktor dengan alokasi anggaran yang ada, kemudian masalah pelayanan kesehatan utamanya juga untuk ibu-ibu hamil, pengentasan stunting (kekurangan gizi) dengan hasil yang kian membaik. Begitu juga dengan Penguatan sektor pertanian dan perikanan yang bisa diakses data-data peningkatannya,” tutup Ardiansyah.

Diskusi yang berlangsung sekitar 3 (tiga) jam ini tampak di hujani dengan beragam tanggap dan pertanyaan-pertanyaan masyarakat kepada Calon “Petahana” yang diwakili oleh Juru Bicara.

Pantauan Marijang.id, banyak masyarakat yang menyayangkan dan sangat kesal tidak hadirnya Ali Ibrahim dan Salahuddin Andrias dalam diskusi yang digagas FPM Mafututu-Jiko Cobo tersebut. (Red)

Share :

Baca Juga

PPS Kelurahan Afa-Afa seusai melaksanakan rapat pleno.

Kabar

Rapat Pleno RDPHP Pilkada 2020 di PPS Kelurahan Afa-Afa Berjalan Lancar
Kegiatan Pembagian Masker oleh PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tidore

Kabar

Menyambut Sumpah Pemuda, PD Muhammadiyah Tidore Bagikan Masker Gratis

Kabar

Walikota Tidore; Gubernur Malut Harus Tegas dalam Penanganan Covid-19
Akibat gempa, dinding rumah salah satu warga rusak.

Kabar

Akibat Gempa, Dinding Rumah Warga di Morotai Roboh
Kepala BKPSDM Tidore, Sura Husain

Kabar

Ini Rencana SKB CPNS Kota Tidore Kepulauan

Kabar

Dini Hari di Bawah Rintik Hujan, Pemuda Negeri di Atas Awan Lakukan Aksi Sosial Lawan Corona
Ustad Guntur Alting, Calon Wakil Wali Kota Tidore

Kabar

Dalam Orasi Politiknya, Sang Ustad Menyampaikan Landasan Teologis Menentukan Pemimpin
Pembangunan masjid

Kabar

Tak Kunjung Rampung, Pembangunan Masjid Baitul Faizin Butuh Perhatian dari Pemerintah