Home / Kabar

Jumat, 25 September 2020 - 07:54 WIB

GMNI Ternate, Jokowi-Ma’ruf Tidak Berpihak Pada Kesejahteraan Petani

Aksi GMNI di depan Kantor Wali Kota Ternate

Aksi GMNI di depan Kantor Wali Kota Ternate

Marijang.id, Ternate — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Ternate melakukan refleksi memperingati Hari Tani Nasional, sebagai bentuk kepedulian terhadap petani, dan mendorong beragam persoalan agraria di Maluku Utara, Kamis (24/09).

Pantauan Marijang.id, unjuk rasa dengan tema “GMNI Menolak Omnibus Law dan Wujudkan Reforma Agraria”, berjalan aman dan tertib.

Koordinator Lapangan (Korlap), Husen Umsohi dalam orasinya menyebut Pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin dianggap gagal selama ini dalam melindungi tanah petani yang bersengketa. Selain itu, Negara juga menggunakan cara-cara represif dengan menangkap petani yang berteriak menuntut hak atas tanah mereka.

Baca juga  Koramil 1505-08/Sofifi Meriahkan HUT Ke 75 RI dengan Berbagai Mata Lomba

Sementara, Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ternate, Ayatullah R. Komeni, dengan tegas menyampaikan dalam orasinya, bahwa Pemerintah semestinya menuntaskan konflik agraria serta menjalankan UUPA, dan menghentikan pembahasan RUU Cipta Kerja yang tidak pro terhadap rakyat (petani).

“Refleksi memperingati Hari Tani Nasional (HTN) ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, gerakan ini adalah bentuk kepedulian GMNI sebagai insan intelektual atas ketidakwarasan Pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan,” tegasĀ  Ayatullah.

Baca juga  Kondisi Puskesmas Memprihatinkan, Petugas Minta Bangunan Baru

Untuk diketahui, ditetapkannya tanggal 24 September sebagai Hari Tani Nasional sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Kepres RI) No. 169 tahun 1963.

Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan tanggal di mana Undang-UndangĀ Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960) disahkan. UUPA 1960 merupakan spirit dan dasar dalam upaya perombak struktur agraria Indonesia yang timpang dan sarat akan kepentingan sebagian golongan akibat warisan kolonialisme di masa lalu. (Red)

Share :

Baca Juga

Jalan-Jalan Virtual ke Daratan Eropa oleh RPI English School

Kabar

Jalan-Jalan Virtual, RPI English School Melanglang Buana ke Seantero Eropa

Kabar

Kemenkeu Resmi Keluarkan Keputusan Penundaan DAU, Untuk Malut Ada 7 Daerah
Wakil Ketua DPD RI, Letjen TNI Marinir (Purn) Dr. Nono Sampono memberikan Plakat kepada Sultan Tidore, Husain Alting Syah

Jelajah

FGD bersama DPD RI, Husain Alting Syah: Tidore dan Papua Bersaudara, Tidak ada Agresi Militer Tidore terhadap Papua
Halal Bil Halal DPP HMPI

Kabar

Menyongsong New Normal, HMPI Menggelar Halal Bihalal Kebangsaan
Foto bersama Wakil Walikota Tidore pada kegiatan Pelayanan Sejuta Akseptor KB secara gratis

Kabar

Hari Keluarga Nasional Ke-27, Pemkot Tidore Selenggarakan Pelayanan Gratis Sejuta Akseptor KB
Prosesi Pelantikan FKPMC Cobodoe, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan

Kabar

FKPMC Periode 2020-2022 Dilantik, Kegiatan Dirangkaikan dengan Pentas Budaya
Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim Menyampaikan Sambutan pada acara Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru & Gebrak Masker

Kabar

Walikota Tidore Membuka Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru dan Gebrak Masker TP PKK Kota Tikep

Kabar

FPM Mafututu-Jiko Cobo Gelar Dialog Rakyat Tentang Pembangunan Tidore, Dua Calon Wali Kota Tak Hadir