Home / Kabar

Jumat, 9 Oktober 2020 - 13:36 WIB

Kampanye di Bobo, Basri Bicara 1 Harga 1 Tikep

Basri Salama saat berkampanye bersama Masyarakat Kelurahan Bobo

Basri Salama saat berkampanye bersama Masyarakat Kelurahan Bobo

Marijang.id, Tidore — Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore, Basri Salama dan Muhammad Guntur Alting melakukan Kampanye Terbatas dan Tatap Muka bersama masyarakat kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara pada Kamis, (08/10) malam.

“Janganlah jadikan penderitaan, dan kesusahan sebagai penghalang untuk berjuang. Generasi muda Bobo, jangan mau putus sekolah, kalau ada keinginan, teruslah perjuangkan hingga tuntas,” ucap Basri.

Membuka orasi pada kampanye terbatas, Basri berkisah tentang bagaimana ia hidup berpindah-pindah di masa mudanya, melawan susah dengan terus bekerja dan belajar, menafasi langkah untuk kehidupan keluarga dan cita-citanya.

“Untuk dasar perjuangan dan penderitaan itu, hari ini saya berniat mencalonkan diri sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota berpasangan dengan Ustad Guntur Alting, ulama muda yang juga teman saya sejak kecil,” jelas Basri.

Basri bilang, dirinya dan ustad Guntur memulai pertemuan dan Pertemanan bukan ketika mencalonkan diri sebagai Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, tetapi mereka sudah berteman dan sering mengikuti berbagai macam kegiatan sewaktu sekolah, bahkan pernah mewakili dalam beberapa kegiatan di tingkat Provinsi dan Nasional.

Basri mengatakan, mulai dari Kaiyasa – Nuku, Jiko Cobo-Rum, Maitara dan Mare masih ada rakyat di Kota Tidore yang masih menangis di waktu pagi dan menjerit di waktu malam. Mereka susah melebarkan senyum karena begitu susah dapat uang, susah cari makan, susah beli pakaian seragam anak-anak, susah menyekolahkan anak-anak ke perguruan tinggi, begitu juga susah membawa orang tua dan sanak keluarga ke rumah sakit.

Baca juga  Budi Nurgianto : Berkolaborasi Kunci Menangani Pandemi COVID-19

“Masyarakat kita tidak boleh lagi seperti itu. Maka saya pelajari dengan benar, bahwa ada problem paling mendasar yang saat ini dialami oleh masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat kita (Tidore) susah dapat uang karena pasar begitu sepi. Akibatnya, uang yang didapatkan juga sedikit, makan yang seharusnya 3 kali sehari bisa saja hanya 1 kali sehari. Begitu juga kebutuhan sekolah anak, karena pendapatan kecil maka untuk membeli seragam sekolah anaknya saja tidak mampu.

“Belum lagi, biaya pendidikan anak ke Perguruan Tinggi dan biaya kesehatan serta rumah sakit yang begitu mahal. Uang yang didapatkan sedikit, maka itu berimbas pada pemenuhan kebutuhan yang serba terbatas,” jelas Basri.

Basri menjelaskan, dirinya bersama Ustad Guntur sudah membuat perencanaan yang terukur, bagaimana agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik, pemerintah mampu menyekolahkan generasi muda Tidore dan tentunya Bobo ini dengan pendidikan yang lebih memadai, mengratiskan biaya kesehatan masyarakat yang hidupnya susah, dan yang paling penting, bagaimana agar masyarakat bisa memegang banyak uang untuk kebutuhan keluarga mereka sehari-hari.

Baca juga  Selamat, MAN 1 Halteng dapat Akreditasi 'A'

“Saya bersama Ustad Guntur mau jadikan kota Tidore ini, dalam istilah Kami “Satu Harga Satu Tikep”. Jadi, masyarakat mau beli beras, minyak tanah, minyak kelapa, dan segala bentuk kebutuhan pokok lainnya di Wilayah kota Tidore ini sama murahnya dengan harga di Kota Ternate. Semua harga kita samakan, lalu orang bertanya bagaimana caranya, saya bilang kalau kita mau berfikir cerdas, maka kita akan memanfaatkan Tol Laut dengan begitu maksimal,” jelas Basri dengan senyum.

Lanjutnya, pemanfaatan tol laut dengan harga masuk Kontainer yang relatif murah, tentu akan mempermudah akses kebutuhan masyarakat. Membangun Gedung penampungan Sembako, tak terkecuali juga untuk bahan bangunan, dan itu bisa kita kelola dengan model kerjasama pengelolaan BUMDES.

“Bagaimana strateginya, nanti pasangan BAGUS akan sampaikan di waktu debat Paslon. Semoga ide ini tidak di copy paste oleh Paslon yang lain dalam kampanyenya, sebab saya lihat ada beberapa ide BAGUS sudah diambil dan dijadikan bahan kampanye oleh yang lain,” tutup Basri dengan sedikit berkelakar. (Red)

Share :

Baca Juga

Saiful Salim, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan

Kabar

Breaking News: Tidore Kembali Penambahan Positif Covid-19, Masyarakat Diminta Jangan Panik dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Tidore, Asis Hadad

Kabar

Begini Penjelasan Pemerintah Tikep Tentang Perubahan Perwali Nomor 19 Tahun 2020
Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam Rangka HUT Ke 74 Kemerdekaan RI Tahun 2018 di halaman Kantor Walikota Kota Tidore Kepulauan.

Kabar

Mulai 1 Agustus, Seluruh Masyarakat Tidore Diminta Kibarkan Bendera Merah Putih 
Foto usai buka puasa bersama

Kabar

PT. MHI Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers Haltim
Ketua Teritorial bersama Ketua Fraksi Nasdem Kota Ternate, membagikan masker di Pasar Higienis

Kabar

Begini Aksi Peduli Fraksi NasDem Ternate di Tengah Covid-19

Kabar

Anggota DPRD PAN Malut Pastikan Mengawal Kepentingan Masyarakat Pulau Obi
Akibat gempa, dinding rumah salah satu warga rusak.

Kabar

Akibat Gempa, Dinding Rumah Warga di Morotai Roboh

Kabar

Pantau Pelaksanaan Rapid Test Massal Terhadap Pedagang, Ini yang Disampaikan Wawali Tidore