Home / Kabar

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 11:18 WIB

KKMKR Gelar Silaturahmi, Syamsul Rizal Hasdy: Pilkada Harus Berdinamika Intelektual dan Akademis

Ketua Umum KKMKR, Syamsul Rizal Hasdy

Ketua Umum KKMKR, Syamsul Rizal Hasdy

Marijang.id, Ternate — Kerukunan Keluarga Moloko Kie Raha melaksanakan silaturahmi dengan komponen masyarakat di Kota Ternate pada Jum’at (16/10) bertempat di Landmark, Ternate.

Kegiatan silaturahmi dengan tema Merajut Persatuan dan Kekeluargaan Membangun Pilkada yang Berperadaban dihadiri oleh Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum, Kabinda Provinsi Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Kapolda Maluku Utara, Drs. Rikwanto mengajak masyarakat Kota Ternate untuk menjaga nilai-nilai Pancasila di kota Ternate.

“Founding Fathers tidak sembarang membuat sila-sila dalam Pancasila, saya ingat Sila kedua Pancasila; Kemanusiaan¬†Yang Adil dan Beradab. Maka sebagai manusia yang beradab, kita jaga keharmonisan kota ini dalam setiap aktivitas kita sehari-hari,” jelas Rikwanto.

Kapolda mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Kerukunan Keluarga Moloko Kie Raha (KKMKR) karena sudah memulai dengan semangat kekeluargaan dan nilai-nilai budaya.

“Kita wajib melestarikan format kegiatan seperti ini untuk mengingatkan kembali bahwa kita semua berkeluarga, punya kebudayaan besar dalam interaksi sosial, kita tumbuh kembangkan norma yang selama ini terpelihara. Jangan kita nodai terutama dalam penyelanggaraan pilkada ini. Saya ancungi jempol untuk KKMKR,” tegas Kapolda dalam sambutannya.

Kapolda mengingatkan, bahwa siapapun yang menjadi Wali Kota dan akhirnya memimpin Kota ini, semua itu tak terlepas dari campur tangan Tuhan. Menang dan kalah merupakan hal biasa, harus berlapang dada. Jangan saling membenci, sebab kita semua adalah komunitas manusia yang beradab, tentunya pasti sadar betul. Jika kemudian ada masalah hukum dalam proses penyelenggaraannya, silakan tempuh jalur-jalur yang sesuai dengan hukum.

Baca juga  Banjir Genangi Rumah Warga di Desa Lemba Asri Weda Selatan

“Saya berharap, kita semua jaga kerukunan dan semangat kekeluargaan ini. Siapapun yang memimpin nanti, semoga menjadi pemimpin yang amanah tentang Pembangunan Ternate, tentang Penyediaan Lapangan Pekerjaan, Pemajuan Ekonomi, Kebutuhan Air Bersih dan masalah lain yang ada di Ternate ini,” tutup Kapolda mengakhiri sambutannya.

Sementara, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Moloko Kie Raha, Syamsul Rizal Hasdy menyampaikan Perjalanan sejarah panjang Moloko Kie Raha bukan perjalanan asal-asalan, kita punya sejarah besar dan memiliki sumbangsih paling penting dalam mendirikan NKRI. Itu sebabnya, saya dan kawan-kawan bertekad melalui KKMKR, kita jaga nilai kesejarahan dan semangat kekeluargaan ini.

“Dalam sebuah Tagline KKMKR, saya sering menyampaikan Moloko Kie Raha Menyapa Dunia, Pala dan Cengkeh merupakan Peradaban,” cetus Syamsul Rizal.

Syamsul mengatakan, bahwa jika ditelusuri sejarahnya, Moloko Kie Raha pernah menjadi poros peradaban Dunia, ada persaingan ketat bangsa-bangsa Eropa dalam ekspansi kebudayaan dan perebutan rempah-rempah. Bisa ditelusuri, bagaimana Portugis dan Spanyol kala itu (1494) yang mendasari kerajaan Vatikan membuat perjanjian Tordesillas, dengan membagi jalur ekspansi “duopoli eksklusif” kekuasaan, dengan wilayah Timur diberikan kepada Portugis dan Barat menjadi bagian Spanyol. Begitupun dengan sebab lahirnya perjanjian Saragosa. Dan semua itu tidak terlepas dari Sejarah Moloko Kie Raha.

Baca juga  MPW PP Malut Bagikan Sajadah Anti Covid-19 pada 10 Masjid/Musala di Kota Ternate

Dirinya melanjutkan, sudah sekitar 13 Provinsi di Indonesia ini yang dibentuk kepengurusan KKMKR-nya, terutama di Jakarta dan beberapa di Pulau Jawa.

Syamsul bahkan menyinggung tentang bagimana perebutan kekuasaan dan konflik yang menyeret isu sara dulu pernah terjadi, dan itu disebabkan karena kepentingan politik. Sebagai putra daerah kami ingin mengakhiri semua itu, konflik elit politik tidak boleh lagi terjadi.

“KKMKR berharap, bahwa para calon kepala daerah bisa menjadi lokomotif perubahan bagi masyarakat, sehingga perebutan kekuasaan lebih elok dengan dinamika intelektual, perdebatan tematik dan akademis, terutama membangun dan melanjutkan perjuangan yang telah dipelopori oleh Founding Father Moloko Kie Raha,” jelas Syamsul.

Syamsul bilang, salah satu perjuangan KKMKR sebagai bentuk penghormatan atas sejarah, KKMKR meminta semua terlibat dalam usaha untuk memperjuangkan Pulau Makean sebagai Kabupaten tersendiri, sebab Makean punya andil besar atas daerah ini dalam membentuk interaksi kesejarahan, maka sangat pantas diperjuangkan, secara bersama.

“Kita akan perjuangan itu, dan semoga pertemuan ini menjadi ajang persatuan kita sesama anak negeri Moloko Kie Raha untuk tetap menjaga semangat kekeluargaan di manapun berada,” tutup Syamsul. (Red)¬†

Share :

Baca Juga

Persiapan Rapid Test

Kabar

Bawaslu Tidore Lakukan Rapid Test Pada Jajaran Panwascam, Begini Hasilnya
Anggota DPD RI, Husain Alting Sjah saat memberikan sambutan pada perayaan hari jadi Sanggar Rau Gabi, Kelurahan Gurabunga (Istimewa)

Kabar

Reses di Gurabunga, Husain Alting Sjah Berpesan Pentingnya Pelestarian Budaya dan Bahasa Tidore
Calon Wakil Wali Kota Tidore Pasangan BAGUS, Ustad Guntur Alting (Foto : Istimewa)

Kabar

Ustad Guntur Alting: Tugas Pemimpin mewujudkan Impian Kolektif Masyarakat
Foto Bersama Penutupan Istambul Super League 2020

Kabar

Istambul Super League (ISL) Resmi Ditutup Wakil Wali Kota Tidore
Informasi Covid-19

Kabar

Di Tidore Sudah 19 Orang Positif Covid-19, Cek Data dan Sebarannya
Kasat Lantas Polres Tidore, AKP Ridwan Usman, S.H

Kabar

Ada Operasi Kepolisian Terpusat, Lengkapi Surat-surat Kendaraan Anda

Kabar

Pilkades Serentak di Morotai Tertunda
Abdullah Dahlan, S.E., Ketua KPU Kota Tidore Kepulauan

Kabar

KPU Kota Tidore Umumkan LPSDK Paslon