Home / Kabar

Rabu, 2 Desember 2020 - 10:43 WIB

Buntut Pemberhentian Kapus Lelei, Warga Palang Puskesmas

Puskesmas Lelei yang di palang oleh warga, terdapat pula spanduk penolakan terhadap Kepala Puskesmas yang Baru

Puskesmas Lelei yang di palang oleh warga, terdapat pula spanduk penolakan terhadap Kepala Puskesmas yang Baru

Marijang.id, Halmahera Selatan – Warga Desa Lelei Kecamatan Kayoa, khususnya di Sepuluh Kepulauan Guraici tidak menerima Fahrudin U. Sabtu, Kepala Puskesmas (Kapus) Lelei digantikan atau diberhentikan sepihak oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, dalam hal ini Kepala Dinas Kesehatan Halsel.

Pada Kamis, (27/11) warga Desa Lelei melakukan pemalangan (boikot) aktivitas Puskesmas sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan Pemda Halsel yang bertentangan dengan keinginan masyarakat.

Pemalangan Puskesmas mengakibatkan tidak normalnya pelayananan kesehatan di tujuh Desa di lingkup Kepulauan Guraici. Masyarakat menginginkan Fahrudin U. Sabtu yang sangat perhatian terhadap kondisi Puskesmas dan masyarakat setempat tetap menjadi Kepala Puskesmas.

Hal ini dibenarkan oleh Warsul Ansar, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lelei (IPPML), atas pemuda dan masyarakat Lelei.

Baca juga  Hari Pertama Rapid Test Pedagang di Pasar Sarimalaha, Begini Hasilnya

“Saya rasa Pemda tidak etis mengambil kebijakan tanpa mempertimbangkan psikologi masyarakat yang sudah akrab dan tahu benar kenerja baik dari Fahrudin U. Sabtu yang peduli dan peka atas keluhan masyarakat,” terang Warsul.

Selain itu, Keputusan ini terkesan ada indikasi politik karena bertepatan dengan momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilbub), geramnya.

Buntut dari pemberhentian Kapus Lelei menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Hal ini tiba-tiba ini menarik perhatian sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan mahasiswa Lelei angkat bicara.

Muhammad Faisal Bian, ST, MURP, sebagai Deputi Kebijakan Publik dan Isu Strategis, LSM Halsel Kreatif Institut menyampaikan, pihaknya, juga masyarakat tidak tahu dan cukup kaget jika telah terjadi pergantian Kepala Puskesmas.

Baca juga  Setelah Penetapan Nomor Urut, Dinding Facebook "Banjir Postingan"

“Secara pribadi, kami cukup menyayangkan keputusan Bupati secara tidak langsung mengecewakan masyarakat, kami menilai putusan ini dipolitisir, sehingga surutnya kepercayaan masyarakat terhadap Pemda,” jelas Muhammad Faisal.

“Mengingat ini adalah momentum Pilkada dan kita tahu itu, seharusnya Bupati kooperatif dan bijak melihat kenerja bawahannya. Karena Fahrudin selaku Kapus sudah berhasil menggenjot status (akreditasi) Puskesmas Lelei menjadi Madya dari 5 Puskesmas (PKM), di Kecamatan Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan, pada Oktober 2019 lalu,” tambah Muhammad Faisal.

Sementara Kepala DinasKesehatan, Ibu Hasna Muhammad, S. KM, M. Kes, tidak bisa dihubungi hingga berita ini dimuat, dan Kantor Puskesmas Lelei masih dipalang oleh warga. (Asrul/Red)

Share :

Baca Juga

Kabar

Tak Setuju Puskesmas Subaim Jadi Tempat Isolasi, Pemuda Batu Raja dan Cemara Jaya Boikot Jalan
Satgas TMMD 108 di Maba Tengah

Kabar

Demi Masyarakat, Satgas TMMD 108 di Maba Tengah Terobos Sungai ONAT

Kabar

DPD KNPI Ternate Gelar Musda, Wali Kota: Pemuda dan Pemerintah Harus Bersinergi
Saiful Salim, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan

Kabar

Positif Covid-19 di Tidore Terus Meningkat
Halal Bil Halal DPP HMPI

Kabar

Menyongsong New Normal, HMPI Menggelar Halal Bihalal Kebangsaan
Wakil Walikota Muhammad Sinen menyerakan Bansos secara simbolis kepada salah satu KPM

Kabar

Wakil Walikota Salurkan Bantuan Sosial pada 326 KPM di Galala dan Durian

Kabar

Akses Masuk ke Tidore Bakal Ditutup Selama 14 Hari, Ini Tanggal Tutupnya
Ketua DPW NasDem Malut saat Melantik Pengurus Partai NasDem Kota Tidore Kepulauan

Kabar

Pengurus DPD dan DPC Partai NasDem Kota Tikep Resmi Dilantik