Home / Kabar

Rabu, 24 Februari 2021 - 13:41 WIB

“Nalar Berpartai” Jadi Topik Pada Rakornassus IOK NasDem

A.Malik Ibrahim, Wakil Ketua OKK Partai NasDem Malut (Istimewa)

A.Malik Ibrahim, Wakil Ketua OKK Partai NasDem Malut (Istimewa)

Marijang.id, Ternate — Gagasan penting yang disampaikan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh pada hari kedua Rakornassus IOK, pada Selasa (23/02) perihal nalar berpartai. Bagi Surya Paloh, ruang demokrasi yang bebas perlu nalar yang sehat, sebab dengan itu kritik jadi elegan dan dapat meluruskan sesuatu yang keliru. Gagasan harus dilawan dengan gagasan.

“Selama ini, yang kosong dari sistem kepartaian kita adalah nalar yang sehat dan keteladanan kepemimpinan politik,” ungkap Ketua DPP NasDem itu.

Terpisah, A.Malik Ibrahim, Wakil Ketua OKK partai NasDem Malut yang ditemui dalam pelaksanaan Rakornassus IOK menyampaikan, buruknya kinerja DPRD juga disumbangkan oleh peran partai politik yang tak signifikan dalam membentuk karakter kader.

Fakta tersebut, baginya menunjukkan bahwa partai-partai politik di daerah belum berhasil merumuskan perannya sebagai institusi agregasi kepentingan politik publik.

“Partai hanya terlibat dalam upaya pengumpulan massa melalui jargon-jargon dangkal dan guyuran uang,” jelas A. Malik Ibrahim.

Baca juga  GMNI Ternate, Jokowi-Ma'ruf Tidak Berpihak Pada Kesejahteraan Petani

Menurutnya, partisipasi kegembiraan rakyat di daerah dalam momentum menyongsong Pilkada dan Pileg bukanlah tuntutan ideologis dan kohesivitas dengan pengurus partai dengan basis elektoral, melainkan sekedar “ramaian-kerumunan” orang yang hiruk-pikuk menunggu pembagian sembako.

Baginya, Rakornassus IOK NasDem yang dilaksanakan untuk membahas hal elementer terkait penguatan militansi kader partai sebagai suatu keharusan.

“Sekali lagi, politik tanpa nalar dan keteladanan tentu bukan basis sebuah demokrasi yang sehat. Demokrasi yang tanpa argumen adalah demokrasi yang hanya menjadikan rakyat sebagai obyek yang gampang dan terus dimanipulasi,” tegas Malik.

Bagi A. Malik Ibrahim, sejatinya NasDem memang partai tanpa mahar, tapi kenyataan di lapangan, justru yang terjadi adalah banyak kader yang melakukan “praktek dagang sapi”. Ini ironis, yang tak sesuai dengan spirit restorasi.

Baca juga  Redam Konflik Agar Tidak Meluas, Pemerintah Kecamatan Gane Timur Gelar Musyawarah

“Kepicikan pikiran, kekerdilan watak dan oportunisme kepentingan adalah hasil dari perpolitikan kita di daerah selama ini. Kultur ketertutupan dalam proses pengambilan keputusan pemberian rekomendasi di setiap Pilkada misalnya, juga menjadi gejala yang begitu akut. Di situ terjadi apa yang disebut “black market politics“, yang bertentangan dengan prinsip kolektivitas partai modern,” sesalnya.

Dia menambahkan, memang betul secara prosedural praktek demokrasi itu sudah terjadi. Tapi esensi substansial demokrasi itu masih jauh dari harapan.

“Dan bagi saya kunci untuk mengatasi segala kebuntuan ini kembali pada penguatan kaderisasi partai. Mengapa memerlukan penguatan kaderisasi? Karena langkah ini diyakini sangat berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan cara menghasilkan dan menyuguhkan Nalar Politik yang sehat sekaligus Politik yang penuh keteladanan ke publik, demi perbaikan dan pembangunan daerah ke depan,” tutupnya. (Red)

Share :

Baca Juga

Kabar

Dukung Program Ketahanan Pangan, Pos Polairud Polda DIY Tanam dan Panen Cabai
Foto bersama Wakil Walikota Tidore pada kegiatan Pelayanan Sejuta Akseptor KB secara gratis

Kabar

Hari Keluarga Nasional Ke-27, Pemkot Tidore Selenggarakan Pelayanan Gratis Sejuta Akseptor KB

Kabar

Siswa di Tidore akan Dapat Kuota Internet Gratis 35 GB
Walikota H. Ali Ibrahim memberikan santunan kepada Anak yatim Piatu

Kabar

Walikota Ali Ibrahim Berikan Santunan Pada 180 Anak Yatim Piatu di Tidore
Pjs Walikota Ansar Daaly melakukan tatap muka dengan Camat beserta Lurah, Kepala Desa serta Tokoh Masyarakat

Kabar

Pastikan Kesiapan Kecamatan Hadapi Pilkada, Pjs Walikota Tidore lakukan Kuker

Kabar

Demo PLN Maffa, Masyarakat Minta Datangkan Teknisi Ahli Untuk Perbaikan Mesin

Kabar

Ini Tuntutan Aliansi Masyarakat Bersatu Lingkar Tambang pada PT WBN dan PT IWIP
Ismit Abas Hatary, Ketua KOMPAS

Kabar

Komunitas Pemilih Abdu-Asiz (KOMPAS) Ajak Generasi Milenial Jeli Melihat Pilkada Hal-Tim