Home / Kabar / Religi

Selasa, 20 Juli 2021 - 10:14 WIB

Idul Adha, Ketua PGRI Halteng Khutbah di Masjid Nurul Haq

Ketua PGRI Halteng saat Khutbah

Ketua PGRI Halteng saat Khutbah

Weda, Marijang.id – Ketua PGRI Kabupaten Halmahera Tengah, Rusli B.M Dji Husin menyempatkan diri menjadi khatib dan memberikan khutbah Idul Adha 1442 H di masjid Nurul Haq, Desa Where, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. Selasa (20/07).

Khutbah dengan judul kisah teladan keluarga nabi Ibrahim AS tersebut, Rusli menceritakan sejarah kurban yang tidak bisa terlepas dari kisahnya nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

Dimana, kata Rusli, masalah kurban sebagai bentuk pengorbanan ini dalam lembaran sejarah kita diingatkan pada beberapa peristiwa yang menimpa Nabiyullah Ibrahim AS beserta keluarganya Ismail dan Siti Hajar.

“Ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menempatkan istrinya Hajar bersama Nabi Ismail putranya, yang saat itu masih menyusui. Mereka ditempatkan disuatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, ditempatkan di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri Palestina. Tapi baik nabi Ibrahim, maupun istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakal,” jelas ketua FKUB Kabupaten Halmahera ini.

Dikatakan, Idul Adha yang kita peringati saat ini, dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari cara memotong kurban binatang ternak. Sejarahnya adalah bermula dari ujian paling berat yang menimpa Nabiyullah Ibrahim. Disebabkan kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan yakni “Khalilullah” (kekasih Allah).

“Setelah titel Al-khalil disandangnya, Malaikat bertanya kepada Allah: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menjadikan Ibrahim sebagai kekasihmu. Padahal ia disibukkan oleh urusan kekayaannya dan keluarganya?” Allah berfirman: “Jangan menilai hambaku Ibrahim ini dengan ukuran lahiriyah, tengoklah isi hatinya dan amal bhaktinya!,” ujar Rusli, membacakan kisah Nabi Ibrahim.

Baca juga  Jelang Natal dan Tahun Baru, FKUB Halteng Berikan Imbauan ke Masyarakat

Tak lupa, Rusli dalam kesempatan itu menyampaikan hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan shalat Idul Adha, yakni bahwa hakikat manusia adalah sama dan membedakan hanyalah tagwanya. Dan bagi yang menunaikan ibadah haji, pada waktu wukuf di Arafah memberi gambaran bahwa kelak manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar untuk dimintai pertanggung jawaban.

Di samping itu, kesan atau i’tibar yang dapat diambil dari peristiwa tersebut adalah: Pertama, Hendaknya kita sebagai orang tua, mempunyai upaya yang kuat membentuk anak yang sholih, menciptakan pribadi anak yang agamis, anak yang berbakti kepada orang tua, lebih-lebih berbakti terhadap Allah dan Rosul-Nya.

Kedua, sebagai seorang bapak harusla kita memperdalam keislaman dan ketauhidan kita, agar kita mampu membawa rumah tangga atau keluarga kita kejalan yang diridhai menuju keluarga sakinah mawaddah warahmah. Begitu pula sebagai seorang istri haruslah memiliki kesabaran sabar dan tabah.

Ketiga, perintah dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh Allah SWT, harus dilaksanakan. Harus disambut dengan tekad sami’na wa ‘atha’na. Karena sesungguhnya, ketentuan-ketentuan Allah SWT pastilah manfaatnya kembali kepada kita sendiri.

Keempat, adalah kegigihan syaitan yang terus menerus mengganggu manusia, agar membangkang dari ketentuan Allah SWT. Syaitan senantiasa terus berusaha menyeret manusia kepada kehancuran dan kegelapan.

“Maka janganlah mengikuti bujuk rayu syaithon, karena sesungguhnya syaithon adalah musuh yang nyata,” tutur Rusli.

Baca juga  Perwali Tidore Disoal, Rencana Uji Materi di MA

Kelima, tambah Rusli, jenis sembelihan berupa bahimah (binatang ternak), artinya dengan matinya hayawan ternak, kita buang kecongkaan dan kesombongan kita, hawa nafsu hayawaniyah harus dikendalikan, jangan dibiarkan tumbuh subur dalam hati kita.

“Tepatlah apabila perayaan Idul Adha digunakan menggugah hati kita untuk berkorban bagi negeri kita tercinta, yang tidak pernah luput dirundung ujisn dan Cobaan. Sebab pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang paling besar dalam sejarah umat manusia itulah yang membuat Ibrahim menjadi seorang Nabi dan Rasul yang besar, dan mempunyai arti besar. Dari sejarahnya itu, maka lahirlah kota Makkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam seluruh dunia, dengan air zam-zam yang tidak pernah kering, sejak ribuan tahunan yang silam, sekalipun tiap harinya dikuras berjuta liter, sebagai tonggak jasa seorang wanita yang paling sabar dan tabah yaitu Siti Hajar dan putranya Nabi Ismail,” pungkasnya.

Diakhir khutbah, Rusli mengajak kepada seluruh jamaah untuk terus berusaha dan berdoa kepada Allah SWT.  Dimana dalam kondisi seperti ini kita banyak berharap, berusaha dan berdoa, mudah-mudahan kita semua, para pemimpin kita, elit-elit kita, dalam berjuang tidak hanya mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok, tapi berjuang untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakat, bangsa dan negara. Dan lebih khusus Kabupaten Halmahera Tengah.

“Kendatipun perjuangan itu tidaklah mudah, memerlukan pengorbanan yang besar. Hanya orang-orang bertagwa lah yang sanggup melaksanakan perjuangan dan pengorbanan ini dengan sebaikbaiknya. Mudah-mudahan perayaan Idul Adha kali ini, mampu menggugah kita untuk terus bersemangat, rela berkorban demi kepentingan agama, bangsa dan negara amiin 3x ya robbal alamin,” tutupnya. (Dim/Hms)

Share :

Baca Juga

Tim Kesehatan TMMD di Desa Bepsili Sedang Memberikan Pertolongan pada Warga yang Sakit

Kabar

Satgas TMMD Kodim 1505/Tidore Bergerak Cepat Membantu Warga yang Sakit
Rahmad Sadik Gafur saat menyampaikan pidato kemenangan

Kabar

Pemuda Tafure Terpilih Menakhodai KNPI Ternate
Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Imam Sampurno Setiawan

Kabar

Korem 152/Baabullah Gelar Apel Luar Biasa
FPM Mafututu Jiko Cobo

Kabar

FPM Mafututu-Jiko Cobo sampaikan Permintaan Maaf ke Masyarakat Bobo
Suyono Sahmil, Sekretaris Panitia Musda DPD KNPI Maluku Utara

Kabar

DPD KNPI Provinsi Maluku Utara Siap Gelar RAPIMDA
Suasana Apel Bersama Pemuda yang dipimpin langsung oleh Pjs Walikota Tidore Kepulauan Ansar Daaly dan Komandan Apel Mustafa Adam dari Organisasi Kepemudaan GP Anshor

Kabar

Memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke 92 Tahun, Pemkot Tidore Menggelar Apel Bersama Pemuda
Suasana Rapat di Aula KPU Kota Tidore

Kabar

KPU Kota Tidore Tetapkan DPT Pada Jum’at Besok
Suasana deklarasi gerakan literasi di Desa Tutumaloleo, Kecamatan Galela Utara, Halmahera Utara.

Akademika

Lewat Deklarasi Literasi Tutumaloleo, FTBM-HALUT Dorong Gerakan Literasi di Halmahera Utara