Home / Kabar

Senin, 2 Agustus 2021 - 09:42 WIB

Begini Tanggapan A. Malik Ibrahim terhadap Ranwal RPJMD Kota Ternate

A. Malik Ibrahim (istimewa)

A. Malik Ibrahim (istimewa)

Ternate, Marijang.id, — Dokumen Rencana Awal (Ranwal) Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ternate yang telah selesai dirampungkan dan akan diserahkan ke DPRD Kota Ternate pada Senin, (02/08) sebagaimana disampaikan Plt. Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly sebagaimana dikutip dari indotimur.com mendapat tanggapan yang serius oleh A. Malik Ibrahim, Pemerhati Masalah Sosial dan Budaya.

Kepada Marijang.id, Malik Ibrahim menyampaikan membangun Ternate perlu langkah-langkah yang bersifat terobosan.

Baginya, tentu ada program prioritas yang bersifat penting dan mendesak. Bahwa RPJMD sebagai penjabaran dari visi, misi dan program Kepala Daerah terpilih harus dimaknai sebagai dokumen publik yang bersifat transparan dan partisipatif.

Sebagai warga Ternate, kita wajib bertanya : Sejauh mana proses penyusunan dokumen RPJMD telah partisipatif, yaitu melibatkan stakeholders yang relevan dengan pengambilan keputusan perencanaan ?

“Tentu bahwa apa yang dirumuskan oleh Tim Penyusun RPJMD telah dianggap sangat akurat dan memasukkan aspek-aspek krusial pembangunan perkotaan. Tapi apakah dalam transisi ini telah diidentifikasi program yang bersifat realistis dan indikatif sebagai langkah konsolidasi program 100 hari ? Harapannya agar rumusan- rumusan dalam 14 item dari 5 program ini jadi terukur sesuai konteks (policy contexts) yang dihadapi Ternate dan tantangannya kedepan seperti apa,” ungkap Malik Ibrahim.

Baca juga  Dokumen Bapaslon BAGUS, SALAMAT dan AMAN Memenuhi Syarat 

Dirinya lantas menyampaikan, agar spirit Ternate Andalan (Mandiri dan Berkeadilan) tidak sekedar jargon platonik, maka dibutuhkan adanya langkah desiminasi sehingga terbangun perubahan pola pikir pimpinan dan perangkat OPD. Dan lebih lagi pada institusi- institusi dan kelompok strategis sosial masyarakat. Artinya sebuah dokumen RPJMD harus memberi nilai tambah pada aspek pemahaman, perencanaan dan kebijakan. Inilah makna pembangunan Ternate yang inklusif dan berkeadilan.

“Bagi saya, sebuah dokumen RPJMD yang Smart adalah peta jalan (road map) yang terukur, berkesinambungan dan fokus. Ini penting untuk dimaknai sehinggap program dapat mencapai sasaran,” terangnya.

Baca juga  Cegah Penyebaran Corona, Satpol PP Tertibkan Pedagang Musiman

Untuk itu, Dirinya menegaskan bahwa janji keadilan bagi masyarakat Kota Ternate harus dapat diwujudkan, bahwa banyak riset menunjukkan penyusunan awal sebuah dokumen perencanaan tidak bersifat transparan dan partisipatif, maka kita akan terjebak pada apa yang disebut RPJMD Syndrome. Yaitu keadaan dimana proses penyusunan RPJMD hanya sanggup menghasilkan dokumen perencanaan, tapi tidak dapat diimplementasikan di lapangan karena rendahnya aspek pemahaman masyarakat.

Dirinya juga menegaskan, kota Ternate ini membutuhkan inovasi dan kolaborasi program dan hanya bisa terwujud jika pola pikir birokrasi berjalan secara professional. Itu sebabnya penyusunan RPJMD jangan hanya sebatas pemenuhan tuntutan undang-undang dan bukan datang dari aspirasi masyarakat.

“Ya, kalau penyusunan RPJMD hanya sebatas pemenuhan tuntutan undang-undang, akhirnya substansi visi, misi dan program Kepala Daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan hanya akan menjadi kata manis yang kehilangan konteks berempati,” tutup Malik Ibrahim. (Red)

Share :

Baca Juga

Aksi Protes Sejumlah Pedagang Ikan Pasar Gosalaha di depan Kantor Wali Kota Tidore

Kabar

Ini Penyebab Puluhan Pedagang Pasar Ikan Gosalaha Tidore Lakukan Aksi Protes
Banjir menggenangi rumah warga di Tidore

Kabar

Sejumlah Rumah Warga di Oba Utara Terendam Banjir
Satgas TMMD 108 di Maba Tengah

Kabar

Demi Masyarakat, Satgas TMMD 108 di Maba Tengah Terobos Sungai ONAT

Kabar

Corona di Tidore, 19 Orang Reaktif Rapid Test, 2 Orang Positif

Kabar

Cegah Covid-19, Pemuda Pancasila Kota Ternate Dorong Peran Aktif Pemuda

Kabar

Senin Besok, NasDem Malut Gelar Rakorwil
Wakil Walikota Tidore, Muhammad Sinen Saat Mengambil Sumpah Kepala Desa Antar Waktu

Kabar

Wakil Walikota Tidore Lantik 6 Kades Sisa Masa Bhakti 2015-2020

Kabar

Pesawat Komersial Dilarang Terbang Hingga 1 Juni, Kendaraan Bermotor 31 Mei