Home / Kabar

Kamis, 30 September 2021 - 17:10 WIB

Praktisi Hukum: Penyelesaian Sengketa Tapal Batas Desa Tapa dan Pasir Putih Harus di Percepat

MS.Nijar (Istimewa)

MS.Nijar (Istimewa)

Ternate, Marijang.id — Masalah tapal batas antara Desa Tapa dan Desa Pasir Putih Kecamatan Obi Utara yang kian memanas, kini mendapat respon dari sejumlah kalangan termasuk dari salah satu Praktisi Hukum Maluku Utara, MS.Nijar.

Dirinya dengan tegas mengatakan bahwa penyelesaian sengketa tapal batas antara desa Tapa dan Desa Pasir Putih di Kecamatan Obi Utara harus di percepat.

“Sengketa ini berpotensi konflik jika tidak segera diselesaikan. Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan dipandang penting untuk meninjau langsung di lokasi yang merupakan objek sengketa sehingga terciptanya tertib administrasi pemerintahan dan kepastian hukum serta rasa aman ditengah masyarakat kedua desa tersebut,” ungkap Nijar.

Dirinya juga mengungkapkan, tapal batas yang ada saat ini pun sebenarnya tidak perlu di persoalkan apalagi sampai harus terlibat dalam konflik, masalah tapal batas ini hanya perlu ditegaskan kembali melalui produk hukum yang lebih rigit mengatur tentang batas antar desa.

Baca juga  Gandeng Pedagang di Tidore, Pemkot Bakal Lakukan Penyaluran Bantuan Sembako ke Masyarakat

Selain itu, Nijar yang juga tokoh muda Pulau Obi ini menjelaskan, bahwa tatanan kehidupan dan hubungan sosial masyarakat desa Tapa dan Pasir Putih selama ini sangat harmonis dan mereka menjalani kehidupan penuh rasa kekeluargaan olehnya itu kita semua berkewajiban memelihara dan menjaganya.

Mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Unkhair Ternate ini juga mempertanyakan di mana eksistensi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Halmahera Selatan terutama kepekaan dari enam orang wakil rakyat daerah pemilihan Obi yang terkesan diam dan seolah – olah tak peduli dengan masalah yang di alami oleh masyarakat desa Tapa dan Pasir Putih saat ini.

Baca juga  Bantuan Rp 600 Ribu Dinilai Tak Sepadan, FPM Mafututu-Jiko Cobo Gelar Aksi

“Sejak masalah tapal batas antara desa Tapa dan Pasir ini muncul ke publik saya belum pernah mendengar dan melihat para wakil rakyat yang kita pilih pada Pemilu tahun lalu angkat bicara atau turun langsung melakukan mediasi atas masalah tersebut, padahal sebagai wakil rakyat mereka haruslah tanggap dan lebih proaktif mengambil langkah penyelesaian bukan hanya sekedar duduk berpangku tangan di atas kesengsaraan rakyat”, sesal Nijar.

Dirinya berharap agar persoalan tapal batas itu segera diselesaikan dengan keputusan yang tidak merugikan kedua belah pihak serta mampu mendamaikan masyarakat pada dua desa tersebut. (Hms/Red)

Share :

Baca Juga

Penyerahan Keputusan oleh Ketua DPRD Kota Tidore Ahmad Ishak kepada Walikota Tidore Kepulauan Ansar Daaly

Kabar

DPRD Tidore Sahkan Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak

Kabar

Dini Hari di Bawah Rintik Hujan, Pemuda Negeri di Atas Awan Lakukan Aksi Sosial Lawan Corona

Kabar

Demi Menumbuhkan Semangat Dakwah, Muslimah Wahdah Wilayah Sulsel Gelar Kajian Pengurus Jelang Akhir Masa Kepengurusan
Foto bersama seusai musyawarah

Akademika

M. Asrul Nahkoda Baru Ikatan Pelajar Mahasiswa Wasile (IPMW) Kota Ternate
PGRI Halteng bersama Kepala SD Inpres Nusliko

Akademika

Pantau Ujian, PGRI Halteng Kunjungi SD Inpres Nusliko
Kepala MAN 1 Halteng, Dr. Lasamida Kurupunda, M.Pd

Kabar

Selamat, MAN 1 Halteng dapat Akreditasi ‘A’
Juru Bicara Covid-19 Tidore, Saiful Salim

Kabar

Belum Sampai Seminggu, Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Tidore sudah 5 Orang
Suasana Rapat Koordinasi Bawaslu Kota Tikep dengan Panwaslu Kecamatan se Kota Tikep, pada Minggu (26/07)

Kabar

Bawaslu Tikep Rakor Dengan Panwascam Perkuat Pengawasan di Masa New Normal