Home / Kabar / Religi

Jumat, 12 November 2021 - 20:37 WIB

Khutbah di Masjid Baiturrahman, Ketua PGRI Mengajak Pentingnya Persaudaraan Sesama Muslim

Ketua PGRI Halteng, Rusli BM Dji Husin

Ketua PGRI Halteng, Rusli BM Dji Husin

Weda – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Halmahera Tengah yang juga merupakan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Halmahera Tengah, Rusli BM. Dji Husin berkesempatan menjadi khatib dan menyampaikan khutbahnya di Masjid Baiturrahman, Kota Weda, Jumat (12/11).

Khutbah dengan judul penting menjaga persaudaraan sesama muslim itu, Rusli mengingatkan kepada jamaah yang hadir bahwa salah satu prinsip besar yang dibangun oleh agama kita ini adalah prinsip ukhuwah.

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat,” kata Rusli, membacakan terjemahan Qur’an surat Al-Anfal ayat 1.

Dalam khutbah tersebut, Rusli menjelaskan jika hubungan yang ada diantara manusia sangat beraneka ragam menurut macam-macam tujuan dan maksudnya, maka hubungan persaudaraan yang paling kokoh talinya, paling mantap jalinannya, paling kuat ikatannya, dan paling setia kasih sayangnya ialah persaudaraan berdasarkan agama.

“Karena persaudaraan semacam ini tidak akan putus talinya, tidak akan berubah karena perubahan zaman, dan tidak akan berbeda karena perbedaan orang dan tempat, persaudaraan yang berlandaskan akidah dan iman, berdasarkan agama yang murni karena Rabb Yang Maha Esa mampu mempersatukan umat Islam dari berbagai penjuru,” jelas Rusli, sambil menambahkan bahwa inilah rahasia kekutan kekokohannya, sehingga badai apapun tidak sanggup menggoyahkan.

Baca juga  Tak Mudik, Mahasiswa Haltim di Jakarta Timur dapat Bantuan Sembako dari Kapolres

Rusli pun menyampaikan satu hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan muslim, bahwa dari Abu Musa Al-Asy’ari r.a, Rasulullah SAW bersabda sesungguhnya orang mukmin bagi mukmin (lainnya) bagaikan bangunan yang satu sama lain saling menguatkan. Sementara dalam hadis lain riwayat An-Nu’man bin Bsyir r.a bahwa Rasulullah bersabda perumpamaan kaum muslim satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling menyanyangi dan saling berlemah lembut diantara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota badan sakit maka semua anggota badannya juga merasa demam dan tidak bisa tidur.

Dikatakan juga, sesungguhnya ukhuwwah islamiyah adalah ruh dari iman yang kuat dan inti dari perasaan yang meluap-luap dirasakan oleh seorang muslim terhadap saudara-saudara seakidah.

“Dengan perasaan itu, maka hilanglah perbedaan kesukuan, lenyaplah perbedaan ras, dan matilah fanatisme kebangsaan dan kesukuaan. Sehingga yang ada hanyalah pondasi besar yang menjadi landasan berdirinya masyarakat Islam yang dihimpun oleh satu tali dan dinaugi satu bendera, yakni bendera iman dan tali ukhuwah islamiyah,” ujar Rusli.

Tambahnya, hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal.

Baca juga  Masih Banyak Anak Muda Membandel, Tidak Ikuti Anjuran Pemerintah

Lebih lanjut Rusli juga menyampaikan bahwa dalam masyarakat Islam yang berlandaskan akidah iman dan bertemu pada titik syi’ar Islam, persaudaraan akidah menggantikan persaudaraan nasab (darah), dan ikatan iman menggantikan ikatan-ikatan materi, kepentingan individu, maupun ambisi pribadi.

“Disitu seorang mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. Ia merasa sedih bila mereka sedih dan ia merasa senang bila mereka senang. Ia selalu berbagai suka dan duka bersama mereka,” tutur Rusli.

Olehnya itu, lanjut Rusli, islam memberantas gejala-gejala egoisme dan mental suka mementingkan diri sendiri. Karena ia merupakan kecenderungan yang tercela dan bencana yang buruk yang diberantas oleh Islam, serta diganti dengan rasa persaudaraan dan persahabatan.

“Siapapun yang meneliti sejarah umat akan menemukan bahwa umat Islam pernah bersatu kata, merapatkan barisan, mengangkat panji-panji kejayaan menegakkan negara atau disegani musuh, karena rasa persaudaraan yang sangat kuat diantara mereka dan tidak ada bandingnya di dalam sejarah umat manusia,” pungkas kandidat magister IAN ini. (Dym)

Share :

Baca Juga

Foto bersama di depan RS TK.IV 16.07.01 Ternate

Kabar

Kakesdam XVI/Pattimura Kunjungi Denkes 16-04-01 TernateĀ 
Aliansi Mahasiswa Lingkar Tambang Halmahera Timur (Haltim), menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Utama PT. Antam Tbk pada Rabu (10/06)

Kabar

Gelar Aksi di Depan Kantor Antam Tbk, Aliansi Mahasiswa Lingkar Tambang Haltim Tuntut Sejumlah Persoalan
Kegiatan Penyuluhan Kesehatan TMMD ke-108 Kodim 1505/Tidore

Kabar

Peduli Kesehatan, Satgas TMMD Kodim 1505 Terus Gandeng Tim Kesehatan Lakukan Penyuluhan

Kabar

Jamtanas: Ada Ancaman Radikalisme di Tengah Covid-19

Kabar

NasDem Menuju Partai Mandiri

Kabar

Di Tidore Sudah 35 Terkonfirmasi Positif Covid-19, Masyarakat Diminta Selalu Patuhi Protokol Kesehatan

Kabar

ini yang dibahas Ketua DPRD Provinsi dan Komisi III ketika Kuker ke Pemkot Tidore
Rustam Hamisi, Ketua Panwascam Tidore Timur

Kabar

Ini Penjelasan Ketua Panwascam Terkait Dugaan Intimidasi di Pertemuan Calon Wawali Tidore